Inilah Negeri di Ujung Dunia

   

Bumi itu memang bundar, namun seandainya ada suatu negeri yang cukup jauh dari mana-mana, maka Selandia Baru akan memenuhi kriteria ini. Karena, negara terdekat dari Selandia Baru, yaitu Australia, masih memerlukan penerbangan sekitar 3 jam.

Kunjungan kali ini sejenak mengintip Kota Wellington yang merupakan ibukota paling selatan di dunia. Kota ini juga dijuluki "The coolest little capital in the world" atau ibukota paling keren sedunia. Ada sebuah museum yang wajib dikunjungi saat berlibur di sini yaitu Museum Te Papa. Selain gratis, di Museum Nasional Selandia Baru ini juga dapat mengetahui lebih banyak mengenai sejarah, kebudayaan, dan segenap aspek kehidupan di Negeri Kiwi ini.

Dari Museum Te Papa, pengembaraan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri Water Front. Saya sampai di City of Wellington Museum yang sedang mengadakan pameran tentang kematian. Setelah itu perjalanan juga dilanjutkan mengunjungi Parlemen New Zealand, di mana sebuah tur gratis akan memperkenalkan isi gedung yang pernah terbakar pada 1912 lalu.

Kunjungan ke Wellington juga belum lengkap jika tidak menjajal naik Wellington Cable Car, yang sebenarnya lebih tepat disebut furnicular, atau tram yang mendaki ke atas bukit. Di atasnya kita dapat mengunjungi Cable Car Museum. Sementara Wellington Botanical Garden yang cantik juga tepat berada di kawasan yang sama dengan Cable Car Museum. Sekali lagi semua museum tadi dapat dikunjungi dengan gratis kecuali Carter Observatory yang berada di tengah-tengah Botanical Garden.

Sementara itu, masih ada beberapa tempat lain yang cukup menarik di Kota Wellington, seperti Gereja St Paul tua yang seluruhnya terbuat dari kayu, dan juga Archive New Zealand yang menyimpan banyak tentang sejarah negara ini.

Wellington merupakan satu-satunya kota di Selandia Baru yang memiliki angkutan kereta api sejenis commuter line, yang melayani daerah pinggiran kota. Saya juga sempat sejenak melancong ke Porirua, di mana terdapat tempat belanja yang lumayan besar untuk ukuran New Zealand. Saya juga berkunjung ke taman dengan patung-patung kayu khas suku Maori. Sebuah museum yang disebut Pataka juga sangat menarik karena di sana terdapat museum uang di mana kita dapat melihat lembaran uang 500 Rupiah. Sayangnya peta Indonesia digambarkan tanpa Pulau Papua di museum ini.

Perjalanan saya dilanjutkan dengan mengunjungi kota di South Island yang tahun lalu dilanda gempa yang dasyhat yaitu Christchurch. Kunjungan diawali dengan melihat-lihat kawasan Red Zone di pusat Kota Christchurch. Selain itu di dekat Bandara Internasional Christchurch, juga ada Atlantic Centre di mana kita dapat menikmati suasana di Kutub Selatan.

Kota ini merupakan tempat awal untuk mengunjungi ikon wisata alam Selandia Baru yaitu Gunung Cook atau Aoraki, dimana kita dapat berkunjung ke Sir Edmund Hillary Centre. Di tempat ini Anda dapat menyaksikan film dokumenter dan juga benda-benda yang digunakan beliau sewaktu pertama kali berkunjung dan menaklukan Pegunungan Everest di Himalaya.

Tentu saja kunjungan ke Selandia Baru juga belum lengkap bila tidak mengunjungi Salmon Farm di mana terdapat peternakan ikan salmon. Pengunjung pun dapat memancing di sana. Dalam perjalanan ke Gunung Cook ini pula dapat Anda nikmati keindahan alam Selandia Baru termasuk Danau Pukeki dan Tekapo serta saluran pengairan yang airnya jernih dan indah.

Pendek kata, pengembaraan di Selandia Baru memang sangat mengasyikan. Hal ini terutama karena keramahan penduduknya dan banyaknya domba dan sapi berkeliaran bebas di peternakan yang luas dan asri. Konon, jumlah sapi dan domba di sini ini jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penduduknya.  Kalau anda ingin menikmati semuanya, mari berlibur ke negeri di ujung dunia ini!(Detik Travel).


Tidak ada komentar:


Top