, ,



         Kecamatan Karangpilang yang menjadi salah satu dari 31 Kecamatan  yang menyelenggarakan   kegiatan sejuta tenda pramuka, Sabtu (26/11/2016). Kegiatan ini dikemas layaknya Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami), akan melibatkan seluruh Kwartir Ranting (Kwaran) Se-Surabaya. Mulai pelajar tingkat SD hingga Pembina, dan berbagai lapisan masyarakat se Kota Surabaya.

    Kegiatan perkemahan akbar ini akan diselenggarakan selama dua hari dengan pusat kegiatan di SMKN 5 Surabaya. Serta mengundang pramuka dari Kota tetangga yakni Gresik, Mojokerto, Madura,dan Sidoarjo, dan akan melibatkan semua element yang menyangkut pramuka. Tak hanya itu, Pemerintah Kota juga mengadakan persami di masing-masing kecamatan yang diikuti karang taruna, koramil dan polsek.
    Ada 31 kecamatan yang turut berpartisipasi. Ini juga merupakan salah satu bukti eksistensi pramuka di Kota Pahlawan, perkemahan akbar tersebut juga akan menjadi salah satu sarana menekan angka kenakalan remaja.



    Kegiatan ini melibatkan  sekitar 1.140.000 peserta. dan, pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat kegiatan ini. Mereka  berkeliling untuk melakukan survei. “Saya optimis acara ini akan meriah, semoga bisa lebih baik,lebih menarik dari yang sudah di laksanakan di daerah lain,imbuh seorang tokoh masyarakat yang Extra Madura temui di lokasi kegiatan..


    Di Kecamatan Karangpilang acara ini di pusatkan di Kecamatan Karangpilang dan lapangan sepak bola Kebraon.berjalan sukses dan semarak,Sore hari diadakan upacara yang di pimpin langsung oleh Camat Karangpilang ( Achmad Widiyantoro,S.sos M.s.i), dan malam hari diadakan Penyuluhan tentang kebangsaan pentingnya  mempertahankan kedaulatan NKRI serta penyuluhan tentang bahaya hiv/aids bagi anak dan remaja.

    setelah itu diteruskan pembakaran api unggun yang bersamaan dengan pembakaran kembang api air mancur.Selain itu banyak masyarakat yang antusias dalam menyaksikan acara itu  sehinnga memenuhi halaman Kecamatan.Hari terakhir di isi dengan kegiatan siraman rohani di lanjutkan dengan senam sehat jasmani bersami Formi Kecamatan Karangpilang dan terakhir bakti sosial di iringi dengan full musik.   




    Disamping itu sekolah juga akan melakukan persami di masing-masing gugus depan mereka. Khusus siswa sekolah dasar kelas 1-3 akan melakukan perkemahan satu hari (Persari), dengan didampingi walimurid.Dari pantauan Extra Madura acara ini terbilang meriah dan  sukses.

    ,



     

        Sudah lewat 13 tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2003, Hasmi membuka pameran koleksi ilustrasi komik karya Wid NS, seorang komikus dari Yogyakarta, di Tembi Rumah Budaya. Pameran dibuka malam hari, tapi siang sebelum pembukaan Wid NS meninggal, sehingga tidak sempat menghadiri pembukaan pameran karyanya. Hasmi sebagai sahabat Karib Wid NS, tak kuasa menahan tangis dan kata-katanya teputus-putus saat membuka pameran.

    Minggu siang, 6 Nopember 2016, pukul 12.00 Hasmi, salah seorang komikus dari Yogyakarta, meninggal dunia. Hasmi dan Wid NS, dua komikus dari Yogyakarta menciptakan tokoh legendaris. Hasmi menciptakan tokoh, yang dikenal sampai sekarang ‘Gundala Putra Petir’ dan Wid NS menciptakaan tokoh ‘Godam’.
    Dunia imajinasi, oleh Hasmi dan Wid NS, pada awal tahun 1970-an telah dihadirkan melalui komik. Pada masa itu, komik menjadi bacaan tidak hanya anak-anak, tetapi juga dari kalangan dewasa dan orang tua. Hasmi dan Wid NS adalah dua komikus dari Yogyakarta yang cukup dikenal.

    Nama populernya memang Hasmi, namun sering dipanggil Nemo, sedangkan nama sesungguhnya Emanuel Harya Suraminata, lahir di Yogyakarta 25 Desember 1946. Meskipun komik tidak lagi booming seperti tahun 1970-an, tapi Hasmi tidak berhenti berkarya. Dia masih terus menghasilkan karya komik, yang dikerjakan secara manual. Hasmi menggambar dengan menggunakan pensil (warna) tidak menggunakan peralatan komputer.

    Karya komiknya, Gundala Putra Petir, pernah difilmkan, dan juga dipentaskan oleh teater Gandrik dengan judul yang sama, dan Hasmi ikut main dalam pementasan teater Gandirk tersebut.

    Ketika Hasmi masih dirawat di rumah sakit, sejumlah sahabatnya menjenguk, di antaranya Butet Kartaredjasa. Kepada Butet Hasmi menulis pesan, karena dalam kondisi sakit tidak bisa berbicara, pesannya ditulis , yang kemudian oleh Butet di-upload di akun Facebook-nya. Berikut kutipan satus Butet tersebut: Hasmi digendong Butet. Foto: Facebook Butet 

    “Kesaksian Ageng Tak Sempat Dikisahkan. Jumat lalu, 4 Nov, saya menengok Mas Nemo yang tidak berdaya di RS Bethesda. Sudah 9 hari dia tak makan minum, hidupnya tergantung cairan infus yang dialirkan ke tubuhnya. Bahkan untuk bicara pun dia tak berdaya. Kalau “bicara” dengan tulisan, langsung saya candain, “Wueleeeh….malah koyo jailangkung.” Mas Hasmi tersenyum. Itu pun tidak berdaya. Bersama saya ada seorang pendeta. Juga Jadug Ferianto.

    Ketika kami mau pulang, mas Hasmi ingin “bicara” secara tertulis. Semampunya dia menulis “Mbenjang menawi kula gesang badhe caos kesaksian ageng”. Artinya, “Besok kalau saya hidup, saya akan memberikan kesaksian besar.” Rupanya itulah dialog terakhir kami. Kesaksian yang dalam iman yg diyakininya merupakan pernyataan tentang peristiwa penting bertalian dengan spiritualitasnya, ternyata tak sempat dikisahkan. Atau jangan-jangan itulah pamitannya kepada kami”.

    Senin siang, 6 November 2016, Hasmi dimakamkan di Makam Seniman dan Budayawan di Imogiri. Sejumlah seniman dan sahabat Hasmi seperti Butet Kartaredjasa, Landung Simatupang, Untung Basuki, Indra Tranggono, Ong Hari Wahyu, Bambang Paningron dan nama-nama lainnya, termasuk Yani Saptohudaya hadir mengantarkan kepergian Hasmi di tempat peristirahatan terakhir.
    Selamat jalan Hasmi, Gundala Putra Petir karyamu, tidak akan mati. Ia akan terus ada di hati penggemar komik. (tembi.net).


      
    Mesin pencari (search engine) Geevv.com bikinan mahasiswi asal Indonesia, Azka A. Silmi, berbeda dari produk sejenis yang sudah membanjiri internet. Produk bikinannya dan tim tersebut lebih ditujukan bagi kegiatan sosial.

    Kegiatan sosial yang dimaksud termasuk model bisnis yang dipraktikkan, di mana 80 persen pendapatan iklan didonasikan untuk program sosial, dan target pengguna yang spesifik.

    Azka, saat ditemui pada hari Rabu (9/11/2016) di Jakarta, mengatakan bahwa Geevv memang ditujukan untuk bermain di pasar khusus.

    “Ini adalah social search engine, bukan local search engine,” sebutnya.

    Konsep social search engine yang dimaksudkannya itu, pada masa awal ini berjalan dengan mekanisme, setiap kata yang diketikkan pengguna di kolom pencarian secara otomatis dikonversi menjadi sumbangan senilai Rp 10.

    Besaran Rp 10 itu ditentukan dari nilai pembagian antara potensi jumlah iklan dan potensi jumlah pengguna, dikurangi proyeksi biaya operasional.

    Adapun asal uang yang didonasikan dengan besaran yang dihitung dari jumlah pencarian oleh pengguna, pada masa awal ini untuk sementawa waktu berasal dari investasi modal.

    Mekanisme tersebut setidaknya bakal dipraktikkan selama sekitar tiga bulan sejak versi beta Geevv diluncurkan pada 26 September lalu.

    Inilah masa yang dipergunakan untuk melihat respons publik dan umpan balik yang dibutuhkan. Selain itu, juga diperuntukkan guna menarik minat sebanyak mungkin pengguna, yang hingga saat ini tercatat sekitar 200 ribu pengguna telah memanfaatkan Geevv untuk melakukan pencarian di belantara internet sekaligus melakukan donasi.

    Setelah itu, mekanisme asal donasi bakal berasal dari pendapatan iklan yang dipasang di Geevv dan bakal dihitung berdasarkan metode pay per click dan pay per view. Pendapatan iklan ini, tetap bakal terus dengan komitmen dimana 80 persen hasilnya bakal didonasikan untuk program perbaikan kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

    Sejumlah program sosial tersebut, juga bakal dilaksanakan oleh Geevv. “Kita tidak mau menjadikan (program bantuan sosial) hanya sebagai kampanye,” kata Azma.

    Untuk menjalankan Geevv, Azma yang kini masih tercatat sebagai mahasiswi semester IX Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal, Universitas Indonesia dibantu Andika Deni Prasetya yang juga masih duduk di bangku kuliah pada Program Studi Psikologi.

    Keduanya dibantu sejumlah teman-teman mereka, di antaranya yakni Mugi Silih Mulyadi (social project management), Hana B. Adiningsih (blog writer), Janu Prasetya (social media & content manager), dan M. Ichlas (administrator).(Kompas)

    Legenda Rakyat Jawa Barat


        Jaman dahulu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Sayang Prabu dan Ratu belum dikaruniai keturunan sehingga mereka selalu merasa kesepian. Rakyat pun sangat mengkhawatirkan keadaan ini, karena siapa yang akan menggantikan Prabu dan Ratu kelak?

    Akhirnya Raja memutuskan untuk bersemedi. Dia pergi ke gunung dan menemukan sebuah gua. Disanalah dia bersemedi, berdoa kepada Tuhan supaya dikaruniai keturunan. Setelah berhari-hari Prabu Suwartalaya berdoa, suatu hari tiba-tiba terdengar suara gaib.

    “Benarkah kau menginginkan keturunan Prabu Suwartalaya?” kata suara gaib tersebut.
    “Ya! Saya ingin sekali memiliki anak!” jawab Prabu Suwartalaya.
    “Baiklah! Doamu akan terkabul. Sekarang pulanglah!” kata suara gaib.

    Maka Prabu Suwartalaya pun pulang dengan gembira. Benar saja beberapa minggu kemudian, Ratu pun mengandung. Semua bersuka cita. Terlebih lagi ketika sembilan bulan kemudian Ratu melahirkan seorang putri yang cantik. Dia diberi nama Putri Gilang Rukmini. Prabu Suwartalaya mengadakan pesta yang meriah untuk merayakan kelahiran putri mereka. Putri Gilang Rukmini pun menjadi putri kesayangan rakyat Kutatanggeuhan.

    Beberapa tahun telah berlalu, putri Gilang Rukmini tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Sayang putri Gilang Rukmini sangat manja dan berperangai tidak baik, mungkin karena Prabu dan Ratu sangat memanjakannya. Maklumlah anak semata wayang. Apapun yang diminta oleh putri pasti segera dituruti. Jika tidak putri akan sangat marah dan bertindak kasar. Namun rakyat tetap mencintainya. Mereka berharap suatu hari perangai putri akan berubah dengan sendirinya.

    Seminggu lagi putri Gilang Rukmini akan berusia tujuh belas tahun. Prabu Suwartalaya akan mengadakan pesta syukuran di istana. Semua rakyat boleh datang dan memberikan doa untuk putri Gilang Rukmini. Rakyat berkumpul dan merencanakan hadiah istimewa untuk putri kesayangan mereka. Akhirnya disepakati bahwa mereka akan menghadiahkan sebuah kalung yang sangat indah. Kalung itu terbuat dari emas terbaik dan ditaburi batu-batu permata yang beraneka warna. Maka rakyat dengan sukarela menyisihkan uang mereka dan mengumpulkannya untuk biaya pembuatan hadiah tersebut. Mereka memanggil pandai emas terbaik di kerajaan untuk membuatnya.

    Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Rakyat berduyun-duyun datang ke halaman istana tempat pesta ulang tahun putri Gilang Rukmini diadakan. Di depan istana sudah berdiri sebuah panggung yang megah. Rakyat bersorak-sorai saat Prabu dan Ratu menaiki panggung. Apalagi ketika akhirnya putri Gilang Rukmini keluar dari istana dan melambaikan tangannya. Rakyat sangat gembira melihat putri yang cantik jelita. Pesta pun berlangsung dengan meriah.

    Kini tiba saatnya rakyat mempersembahkan hadiah istimewa mereka. Mereka memberikan kotak berisi hadiah itu kepada putri Gilang Rukmini. Prabu Suwartalaya membuka kotak tersebut dan mengeluarkan kalung beraneka warna yang sangat indah dan memberikannya kepada putri Gilang Rukmini. putri Gilang Rukmini memandang kalung itu dengan kening berkerut. Prabu Suwartalaya memandang putrinya, “Ayo nak, kenakan kalung itu! Itu adalah tanda cinta rakyat kepadamu. Jangan kecewakan mereka nak!”
    “Iya putriku. Kalung itu sangat indah bukan. Ayo kenakan! Biar rakyat senang,” kata Ratu Purbamanah.
    “Bagus apanya? Kalung ini jelek sekali. Warnanya norak, kampungan! Aku tidak mau memakainya!” teriak putri Gilang Rukmini.

     

    Dia membanting kalung itu ke lantai hingga hancur. Prabu Suwartalaya, Ratu Purbamanah dan rakyat Kutatanggeuhan hanya bisa tertegun menyaksikan kejadian itu. Lalu tangis Ratu Purbamanah pecah. Dia sangat sedih melihat kelakuan putrinya. Akhirnya semua pun meneteskan air mata, hingga istana pun basah oleh air mata mereka. Mereka terus menangis hingga air mata mereka membanjiri istana, dan tiba-tiba saja dari dalam tanah pun keluar air yang deras, makin lama makin banyak. Hingga akhirnya kerajaan Kutatanggeuhan tenggelam dan terciptalah sebuah danau yang sangat indah.

    Kini danau itu masih bisa kita temui di daerah Puncak, Jawa Barat. Danau itu dinamakan Telaga Warna, karena jika hari cerah, airnya akan memantulkan cahaya matahari hingga tampak berwarna-warni. Katanya, itu adalah pantulan warna yang berasal dari kalung putri Gilang Rukmini.




         Putra Mahkota Thailan, Maha Vajiralongkora,direncanakan akan memberikan hadiah kepada para pemenang musabaqah tilawatil Quran (MTQ). Acara tahunan ini selalu ia hadiri, dan ketua majelis Islam setempat menyebut sang putra mahkota 'ikut bersalawat.'
    Vajiralongkorn ditetapkan sebagai pengganti Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal bulan lalu setelah bertahta selama 70 tahun, namun belum dinobatkan.

    Putra mahkota berusia 64 tahun ini akan memberikan hadiah kepada para pemenang di Masjid Jami Pattani dan juga mengunjungi satu sekolah untuk memberikan penghargaan kepada para siswa dan para imam, Senin mendatang (14/11) kata Ketua Majelis Islam Patttani, Waeduramae Mamingji. 

    "Pilihan beliau untuk datang menunjukkan hubungan dekat dan sangat mengutamakan ini. (Putra mahkota) datang setiap tahun, termasuk Maulud Nabi (Muhammad) dan bersalawat bersama orang Islam," kata Waeduramae kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.
    "Kami dapat lihat dari gerakan mulutnya (bersalawat) dan beliau juga menanyakan isi kandungan doa....Biasanya (selain) gerakan mulut mengikuti salawat, juga menadahkan tangan (tanda doa)," tambah Waeduramae. 

    Tiga provinsi di Thailand selatan merupakan mayoritas Muslim dan dalam puluhan tahun terakhir dilanda konflik oleh kelompok yang menuntut memisahkan diri.
    Gubernur Provinsi Pattani Veeranan Pengchan mengunjungi sekolah Benjamarachuthit Pattani dan masjid pekan lalu sebagai persiapan kunjungan putra mahkota, menurut media Thailand.
    Vajiralongkorn meminta penundaan penobatannya untuk berduka, keputusan yang diumumkan oleh junta militer. 

    Masa duka selama 30 hari untuk Raja Bhumibol berakhir pada 14 November namun bagi pegawai negeri dan banyak kalangan lainnya masa duka berlangsung satu tahun setelah Bhumibol dikremasi.
    Ahmad Umar, wakil rektor Universitas Fatoni, Patani, Thailand selatan mengatakan kunjungan Vajiralongkorn ini menunjukkan "ia dekat dengan rakyat Muslim." Ahmad menyatakan sebelumnya putra mahkota Thailand ini "banyak memberikan perhatian kepada masyarakat Islam" di tiga provinsi dengan penduduk mayoritas Islam itu.

    Namun akademisi dari Universitas Thammasat, Bangkok, Onanong Thipimol mengatakan, lawatan dan kedekatan penduduk Muslim di selatan, tidak akan membantu banyak dalam menyelesaikan konflik yang telah terjadi selama puluhan tahun itu. 

    "Kelompok yang terlibat dalam konflik (yang menuntut pemisahan diri) tidak diterima di Majelis Islam, begitu juga sebaliknya mereka tidak menerima (mengakui) majelis," kata Onanong.
    "Jadi tak ada hubungannya terkait upaya (melakukan) dialog lagi karena kekerasan masih terjadi...Tapi mungkin (kunjungan ini) ada pengaruhnya terhadap perasaan masyarakat biasa (di selatan)," tambahnya.
    Pekan lalu, tiga orang ditembak mati dalam serangan yang terjadi pada saat kunjungan menteri baru di daerah Yingo, Narathiwat. 

    Tak banyak yang diketahui tentang putra mahkota dan anggota kerajaan lain karena adanya undang-undang yang ketat, lesse majeste, yang membatasi pembicaraan tentang keluarga kerajaan. Semua media yang berkantor di Thailand juga harus melakukan sensor pribadi agar tak terjerat oleh undang-undang dengan hukuman maksimum 15 tahun penjara, bagi yang dianggap menghina kerajaan. Pemerintah telah meningkatkan penjagaan keamanan sejak Raja Bhumibol meninggal.






       Foto seorang  kakek penjual surat kabar di Kokas ini pernah geger di linimasa Twitter. nyaris seluruhnya wajah lelaki itu sudah hilang akibat kanker yg dideritanya. Lansia tersebut mesti memanfaatkan perban untuk menutupinya.

    Kakek bernama Abdurahman itu telah menerima bantuan dari departemen sosial guna jalankan pengobatan kanker wajah yg dideritanya. dirinya menjalani perawatan medis di rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

    Kakek yg berumur 88 thn itu adalah penduduk Menteng dalam, Jakarta. Abdurahman biasa menjajakan barang dagangannya di SPBU Kota Kasablanka.

    Istri Abdurahman telah meninggal sejak empat thn lalu. kakek ini juga akhirnya tinggal sendirian. Abdurahman mesti bertahan dalam rumah yg berukuran 26 meter persegi.

    Abdurahman pernah jadi teknisi mesin satu buah perusahaan sebelum akhirnya di PHK. sesudah itu dirinya menjalani beragam profesi seperti kuli pasar dan pengamen hingga hasilnya dirinya jadi loper surat kabar.

    "Setelah menjadi kuli di pasar, pernah terus ngamen bahkan juga kali masuk ke panti di Kedoya dan Cipinang," kata Abdurahman. "Apapun aku lakukan bakal rezeki halal anak-anak aku.

    Ia memaparkan jadi loper surat kabar atas penawaran pemilik SPBU di Kota Kasablanka. Abdurahaman menjelaskan orang yg berbaik hati kepadanya tersebut suka berlangganan koran.

    Perjuangan Abdurahman tidak cuma sampai disitu. kakek ini mesti mengambil koran dari daerah Pal batu menuju SPBU di Kokas usai shalat tahajud dan pagi buta. benda dagangannya itu lalu dijajakan ke sopir mobil atau motor yg masuk.

    "Alhamdulilah ada saja yg bayar, ucap laki laki yg mempunyai delapan anak itu. jikalau telah siang pulang ke rumah untuk makan dan salat Dzuhur, nanti lanjut lagi hingga Ashar."

    Netter juga ramai berkomentar tentang kondisi kakek tersebut. tidak sedikit yg bersimpati dan juga mau menunjang kakek ini dgn trik membeli koran yg dijajakan.

    "Saya tentu borong seluruhnya jikalau lewat. terima kasih infonya, catat netter. mudah-mudahan diberikan rezeki melimpah amin," tambah netter lain.

    "Ketika Allah ngasih cobaan seperti ini, aku cuma dapat menerimanya," kata Abdurahman. selalu ada hikmah dibalik cobaan, Allah dapat memberikan yg terbaik di akhir hayat aku nanti..(Beritahangat5)



      

      
    Penyanyi operas Brisbane, Janelle Colquhoun, didiagnosis diabetes tipe 1 ketika berusia 10 tahun. Sejak itu, dirinya menjalani diet khusus hingga memasuki usia remaja.
    "Saat itulah saya mulai berontak. Ketika saya memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi, saya berpikir itu normal. Saya pun merasa cepat lelah, energi berkurang, serta sering sakit," ujarnya, dilansir laman Abc, Jumat (11/11/2016).

    Ketika usia 17 tahun, Colquhoun pun divonis mati pada usia 30 karena diabetes yang dideritanya semakin buruk, dan tak terkendali. Tentu saja, pernyataan itu membuatnya syok. Dia pun mulai merawat kesehatannya, dan mengejar kariernya di musik.

    Di tengah perjuangannya melawandiabetes. Colquhoun berhasil mendapatkan beasiswa ke Queensland Conservatorium of Music. Namun, di usia 29 tahun, dia pun mengalami kebutaan.

    Itu tidak menyurutkan dirinya untuk pindah ke Jerman, dan bernyanyi dengan Opera Frankfurt. "Sesuatu yang sangat radikal terjadi seperti kebutaan, dan karier pun tiba-tiba pergi. Saya berpikir karena diabetes ini, sejak itu saya kendalikan gula darah hingga benar-benar baik," lanjutnya.

    Pengalaman ini membuat Colquhoun mengajak orang lain untuk lebih serius menangani diabetes. "Orang tidak menyadari penyakit itu berbahaya. Ini sama dengan Anda didiagnosis kanker, dan segera tanggapi dengan serius," terangnya.

    Lima tahun setelah kebutaan, Colquhoun pun menjalani transplantasi ginjal pankreas. Artinya, dia tidak lagi menderita diabetes tipe 1.

    Namun, dia tak mau berdiam diri. Keinginan kerasnya untuk tak mati cepat membuat Colquhoun mulai mengkampanyekan diabetes ke seluruh dunia, dan membuka agensi khusus untuk seniman disfabel.

    Ribuan penduduk Queensland menderita kerusakan mata

    Diabetes Queensland chief executive, Michelle Trute mengatakan 230 ribu orang di Queensland, Australia ini menderita penyakit diabetes. 13.400 di antaranya memiliki diabetes retinopati, atau kerusakan mata.
    "Orang-orang benar-benar bersikap santai dengan diabetes. Padahal kita lihat banyak orang diamputasi, kehilangan penglihatan. Juga banyak orang yang hidup dengan kondisi jantung dan stroke sebagai konsekuensi diabetes," terangnya.

    Trute mengatakan pelayanan kesehatan akan berjuang untuk mengatasi diabetes jika pasien tidak minum obat, tidak makan dengan baik, dan tidak olahraga.(Liputan6).

    ,




       Saat ini listrik sudah merupakan kebutuhan paling penting bagi umat manusia. Dengan listrik segala aktifitas manusia dapat dengan mudah dilakukan. Listrik merupakan salah satu energi yang bisa dikatakan menguasai hajat hidup orang banyak karena manfaatnya yang sangat penting.

    Penemu listrik adalah Michael Faraday dan berkat penemuannya tersebut, ia kemudian dijuluki sebagai ‘Bapak Listrik’. Michael Faraday dikenal sebagai ilmuwan yang banyak mempelajari berbagai hal. Namun pria yang lahir pada tanggal 22 September 1791 di Inggris ini lebih banyak memberi perhatian pada bidang elektromagnetisme dan elektrokimia.
    Sejarah Penemuan Listrik oleh Maichael Faraday
    Sebenarnya kelistrikan sudah menjadi sebuah fenomena sejak zaman Yunani kuno. Hal ini diketahui ketika seorang cendekiawan Yunani bernama Thales menemukan sebuah fenomena unik ketika batu ambar yang digosok-gosok ternyata mampu menarik sehelai bulu. Hal ini kemudian ia tuliskan dalam catatannya.

    Dari hal inilah yang kemudian memunculkan banyak teori-teori tentang kelistrikan yang banyak dikemukakan oleh para ilmuwan seperti Ampere, Faraday, Coulomb dan Joseph Priestley. Diantara nam-nama tersebut, Michael Faraday mempunyai kontribusi paling besar mengenai kelistrikan dan elektromagnetik.
    Terkenalnya nama Michael Faraday sebagai ‘Bapak Listrik’ bermula ketika ia membuat sebuah eksperimennya yang pertama kali dengan menggunakan 7 uang logam yang kemudian ia tumpuk  dengan 7 lembaran seng serta 6 lembar kertas yang dibasahi air garam.

    Hal ini ia lakukan mengikuti konstruksi tupukan Volta ketika menemukan beterai pertama kali. Dari ekperimen faraday ini kemudian menguraikan magnesium sulfat. Selanjutnya, di tahun 1821, Christian Orsted mempublikasikan sebuah jurnal mengenai fenomena elktromagnetisme.

    Dari hal itu kemudian membuat Faraday mencoba melakukan riset lanjutan dari publikasi Orsted. Faraday kemudian membuat sebuah alat yang kemudian dapat menghasilkan sebuah ‘Rotasi Elektromagnetik’ yang merupaka cikal bakal ditemukannya listrik oleh Faraday. Alat yang Faraday ciptakan bernama Homopolar Motor.
    Menciptakan Homopolar Motor Untuk Menemukan Arus Listrik
    Dalam alat yang diciptakan Faraday ini terjadi sebuah gerakan berputar terus-menerus, gerakan ini ditimbulkan dari gaya lingkaran magnet yang mengelilingi kawat yang panjang hingga kedalam larutan merkuri dan didalam larutan tersebut sudah terdapat magnet.

    Sehingga kawat akan terus berputar jika dialiri listrik yang berasal dari sebuah baterai. Penemuan Faraday inilah yang kemudian menjadi sebuah dasar dari Teknologi Elektromagnetik saat ini.
    Dari percobaan itu ia menemukan sebuah motor listrik pertama di dunia yang menggunakan listrik sebagai tenama penggeraknya.

     


    Puncak penemuan medan listrik oleh Faraday ketika ia membuat melakukan percobaan dengan melilitkan dua kumparan kawat yang terpisah dan ia kemudian menemukan apa yang dikenal dengan nama induksi timbal balik, magnet dilewati potongan kawat, maka aliran listrik masuk ke kawat, yang kemudian magnetnya berjalan.

    Dari sini ia kemudian membuat sebuah kesimpulan bahwa ‘Perubahan pada medan magnet dapat menghasilkan medan listrik‘. James Clerk Maxmel kemudian membuat rumus matematikanya dan kemudian dikenal dengan nama Hukum Faraday.

    Kecemerlangan Faraday dalam membuat penemuan-penemuan besar tidak lepas dari sosok bernama Humphry Davy yang merupakan mentornya yang membimbing Michael Faraday di laboratoriumnya. Ia juga mengajak Faraday keliling Eropa untuk menambah pengetahuan mereka baik itu secara tekis maupun teoritis.

    Dibawah bimbingan Davy, Michael Faraday banyak membuat sebuah penemuan-penemuan baru yang berguna bagi manusia dibididang kelistrikan.
    Michael Faraday sendiri wafat pada tanggal 25 Agustus 1867. Untuk mengenang jasa-jasanya dibidang kelistrikan, namanya kemudian diabadikan dalam sebuah satuan dalam ilmu fisika yaitu satuan kapasistansi dengan simbol (F) atau Faraday.


Top