Urashima Taro,Dongeng Nelayan Jepang Yang Melegenda


 Sebenarnya dongeng tentang Urashima Taro terbagi dalam beberapa versi.Namun kali ini Extra Madura akan menceritakan  satu versi yang pernah dibaca di perpustaan disaat sekolah SD.Dari sekian versi dongeng inilah yang paling terkenal.Beginilah ceritanya :


Pada zaman dahulu, hiduplah seorang nelayan yang bernama Urashima Taro. Taro adalah seorang pemuda yang baik hati. Ia hidup bersama dengan ibunya yang tua.

Pada suatu hari, ia bertemu dengan anak-anak nakal yang ribut-ribut di pantai. Ia melihat mereka menyodok-nyodok seekor anak penyu. Taro merasa kasihan pada anak penyu itu, lalu mendekati gerombolan anak-anak itu.

“Jangan menyiksa makhluk hidup.”
Anak-anak itu langsung berlarian ke sana-sini. Taro menaruh anak penyu itu ke telapak tangannya perlahan-lahan, lalu melepaskannya ke laut.

Beberapa tahun telah berlalu. Ketika Taro sedang santai memancing, ada yang menarik tali kailnya.
“Eh? Oh, kamu!”
Ternyata yang menarik kailnya adalah seekor penyu yang besar—penyu yang ditolong Taro beberapa tahun yang lalu.

Penyu itu berkata kepada Taro, “Tuan Taro, terima kasih banyak atas kebaikan Anda waktu itu. Sebagai rasa terima kasih, saya akan membawa Anda ke istana indah di dasar laut. Istana itu disebut Istana Ryugu, yaitu Istana Raja Naga. Tempatnya sangati ndah, dikelilingi bunga-bunga laut. Ayo, mari kita pergi.”
Penyu menaikkan Urashima Taro ke punggungnya, laluberenang ke dalam laut.

Ternyata tempat di dalam laut itu adalah dunia yang sangatindah, seperti yang selalu Taro bayangkan dalam mimpinyaTaman-taman batu karang ada di mana-mana tampak berkilau-kilauan. Sambil hanyut dengan lembut di atas punggung penyu, Taro merasa terkagum-kagum dengan pemandangan di sekelilingnya, seolah ia sedang bermimpi.

Tampak sebuah tangga mutiara yang bersinar-sinar dari celah gunung-gunung batu karang. Seorang putri yang cantik turun dari tangga itu. Ia adalah putri Ryugu, Putri Oto. Alangkah cantik putri itu! Kecantikan yang tak ada kiranya di dunia ini.
Taro terhenyak.
Putri Oto berkata dengan suara indah dan merdu kepada Taro yang tercengang-cengang.
“Selamat datang Tuan Urashima Taro. Silakan beristirahat dengan santai.”
Putri Oto membuka kipas dengan cepat, lalu muncullah kumpulan ikan yang berwarna-warni. Mereka menari sambil mengelilingi Taro.
Mulailah hari-hari yang menyenangkan di Istana Ryugu. Tarian ikan-ikan yang indah, makanan yang sangat lezat, dan percakapan dengan Putri Oto yang begitu menyenangkan. Bagi Taro, hari-hari itu seolah mimpi saja.
Namun, Taro mulai merasa cemas akan ibunya yang ditinggal di desanya.
“Tuan Taro, Anda ingin pulang ke rumah ya. Walaupun saya berharap Anda selalu ada di sini, apa boleh buat.”
Putri Oto melihat Taro yang kurang bersemangat, lalu berkata,
“Kalau begitu, bawalah kotak perhiasan ini. Kalau Anda mengalami kesulitan setelah pulang ke desa nanti, bukalah kotak perhiasan ini.”

Taro naik punggung penyu lagi lalu pulang ke desa tempat ibunya telah menunggu. Hati Taro sudah penuh dengan perasaan rindu akan desanya setelah beberapa hari tak pulang. Setelah tiba di pantai, penyu segera menyelam ke laut.
“Ibu, aku sudah pulang!”
Tetapi, tidak ada yang menjawab. Bukan hanya rumahnya yang ia rindukan, tapi juga sosok ibunya yang tidak tampak. Keadaan di sekitar rumah sudah berubah. Orang-orang yang dikenalnya, rumah-rumah yang diketahuinya, semuanya yang ia ingat tidak ada. Ke mana perginya semangatnya yang tadi? Taro benar-benar kehilangan akal.

“Oh, ya! Kan ada kotak perhiasan! Kalau ini dibuka, mungkin aku jadi tahu sesuatu.”
Taro membuka kotak perhiasan itu pelan-pelan. Dan… ajaib! Muncullah asap putih dari dalam kotak itu. Taro yang tadinya pemuda berubah menjadi kakek yang berjanggut putih dalam sekejap mata.
Ternyata selama Taro melewatkan beberapa hari yang sangat menyenangkan di Istana Ryugu, puluhan tahun telah berlalu di atas bumi. Taro hanya bisa berdiri termenung-menung.

Dia kembali ke desa itu dengan ketakutan, dan tak ada satu orangpun yang mengenali dia sebagai anak muda yang kuat beberapa jam yang lalu. Dengan kelelahan, dia akhirnya mencapai tepi pantai, dimana dia duduk di atas sebuah batu dan memanggil penyu laut yang membawanya ke istana laut. Tetapi panggilannya sia-sia belaka, penyu itu tidak pernah muncul, dan akhirnya suaranya hilang di telan kematian.
Sebelum kematiannya, orang-orang se-desa berkumpul di dekatnya dan mendengarkan ceritanya yang sangat aneh. Lama setelah kejadian itu, orang-orang desa menceritakan kepada anak-anaknya tentang seseorang yang sangat mencintai orangtuanya, meninggalkan istana bawah laut dan seorang Putri yang sangat cantik, dan orang itu bernama Urashima Taro.(....)


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Hem...cerita yang menghanyutkan sekaligus pembelajaran betapa pentingnya menyintai dan berbakti terhadap orang tua.


Top