Jalan Panjang Perjuangan Persebaya Surabaya Dan Bonek Untuk Kembali Ke Kompetisi



 Bisa jadi, Minggu (8/1) adalah hari yang paling indah bagi warga Surabaya, Bonek dan Persebaya Surabaya. Ya, dalam Kongres PSSI yang digelar di Bandung, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengetuk palu sebagai tanda pengakuan status klub kebanggaan Kota Pahlawan itu.

"Terkhusus untuk Surabaya, tanpa mengecilkan klub lainnya, izinkan saya untuk menentukan ini. Persebaya saya tetapkan masuk Divisi Utama," kata Edy yang langsung disambut tepuk tangan peserta kongres. "Saya tidak mau tanya lagi setuju atau tidak setuju. Langsung saja saya ketuk palunya sebagai tanda setuju," ujar pria berpangkat letnan jenderal yang juga panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

CEO PT Persebaya Indonesia (PI) Cholid Ghoromah dan Manajer Persebaya Choesnoel Farid yang duduk di kursi peninjau langsung bersalaman. Sementara itu, Kardi Suwito, direktur pengembangan usaha dan bisnis Persebaya, menelepon salah seorang suporter Persebaya (Bonek) yang ada di GOR Pajajaran, Bandung, untuk mengabarkan keputusan kongres tahunan tersebut. Para peninjau yang lain juga langsung menda­tangi para petinggi klub yang bermarkas di Jalan Karanggayam itu untuk mengucapkan selamat.
Kembalinya Persebaya Surabaya ke pelukan PSSI bukanlah jalan yang mudah. Bertahun-tahun, klub yang terus didukung para suporter setianya, Bonek terus berjuang untuk bisa berkompetisi. 

Berikut jalan panjang Persebaya Surabaya untuk kembali ke kompetisi:  

2009 
- Persebaya Surabaya mengikuti Indonesia Super League (ISL). 

2010 
- Persebaya dinyatakan kalah WO karena tidak hadir pada laga melawan Persik Kediri di Palembang. Degradasi ke Divisi Utama. 

- Persebaya mengikuti kompetisi tandingan: Indonesian Premier League (IPL).
- Muncul Persebaya tandingan yang direstui PSSI dan bermain di Divisi Utama.

2011 
- Persebaya menggunakan nama Persebaya 1927 untuk tampil di IPL.
- PSSI terbelah. Lahir Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). 

2012 
- Persebaya 1927 menjadi runner-up IPL. 
- Persebaya tandingan berkiprah di Divisi Utama dalam pengelolaan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB).

2013 
- IPL terhenti di paro kompetisi. 
- Kongres PSSI pada 17 Maret tidak mengakui Persebaya 1927. Unifikasi liga yang digagas PSSI juga tidak mengikutsertakan Persebaya 1927. 

2014 
PSSI menggelar kongres tahunan di Surabaya. Tidak ada pembahasan soal Persebaya 1927. 

2015 
- PT Persebaya Indonesia (PI) menggugat PT MMIB di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 
- La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai ketua umum PSSI dalam kongres luar biasa (KLB) di Surabaya pada 18 April. 
- Kalah di pengadilan, PT MMIB mengubah nama tim menjadi Persebaya United. 
- Kemenkum HAM memberikan hak logo dan nama Persebaya kepada PT PI pada 22 September. 

2016 
- Persebaya memenangi gugatan di PN Surabaya pada 30 Juni. 
- Kongres PSSI pada 3 Agustus di Jakarta mengagendakan pembahasan status Persebaya pada kongres 17 Oktober. 
- Kongres batal digelar pada 17 Oktober. Dijadwalkan pada 10 November. 
- Kongres pada 10 November batal membahas status Persebaya. Edy Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum. 

2017 
- Kongres PSSI di Bandung menerima kembali Persebaya sebagai anggota. Persebaya menjadi kontestan Divisi Utama.(Jawa Pos) 


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Trims infonya bos,salam satu nyali " Wani"


Top