Polisi Temukan Bukti Dugaan Pengakuan Nabi Palsu

Kepolisian Tulungagung, langsung bergerak cepat atas kabar adanya pengakuan nabi oleh seorang warga Surabaya di Desa/Kecamatan Ngantru. Hasilnya, satu bukti atas dugaan tersebut telah ditemukan.

Bukti yang saat ini dipegang kepolisian berbentuk pesan singkat yang pernah dikirimkan Totok, salah seorang warga Desa/Kecamatan Ngantru, kepada Gatot Kusuma Wardana (GKW) yang disebutnya sebagai kanjeng rosul. Sayang, saat diminta mengirimkan ulang kepada detiksurabaya.com, kepolisian mengaku tidak bisa melakukannya.

"Kalau di HP saya tidak ada, karena itu laporan tertulis yang diberikan anggota. Tapi itu sama, karena memang anggota menulis sama persis dengan SMS yang didapatkannya," ungkap Kasat Intelkam Polres Tulungagung, AKP Paidi,Kamis (20/5/2010).

Paidi menambahkan, pihaknya saat ini terus melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap kebenaran pengakuan nabi tersebut. Disela langkah tersebut, kepolisian juga terus melakukan upaya persuasif meredam masyarakat agar tidak berlaku anarkis. "Bukan tidak mungkin itu bisa terjadi dan kami terus berusaha meredamnya," imbuhnya.

Ditanya mengenai langkah tegas berupa pembubaran atau penanganan secara pidana, kepolisian mengaku masih menunggu sikap yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung.

"Dari rapat koordinasi terakhir, secara lisan MUI sudah meminta kami mengambil tindakan. Tapi untuk baiknya kami menunggu pernyataan tertulis, sambil juga menunggu adanya laporan jika pengakuan nabi tersebut adalah penistaan agama," jelas Paidi.

Sebelumnya, warga di Desa/Kecamatan Ngantru, Tulungagung mengaku resah. Pasalnya Gatot Kusuma Wardana atau biasa disingkat GWK datang menyebarkan aliran baru dari agama Islam dan mengakui dirinya sebagai nabi untuk bangsa Indonesia.

Pengakuan nama oleh GKW tertuang dalam 4 selebaran yang dibagikan kepada sejumlah pengikutnya. Dalam selebaran yang dinamai 'SIRULLAH' tersebut, GKW menganggap dirinya sebagai nabi untuk Bangsa Indonesia, dengan dasar ayat ke 4 dari Surat Ibrahim di Al-Qur'an.

"Allah tidak akan menurunkan rasul kecuali sesuai dengan bahasa kaumnya/bangsanya. Apabila bahasa kita adalah Bahasa Indonesia (Jawa), maka berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa rasul kita adalah orang Indonesia. (Nabi Muhammad bahasanya Arab, Rasul bagi kaum/bangsa Arab)," bunyi cuplikan kalimat dalam 4 selebaran yang dibagikan GKW kepada pengikutnya.
(....)


Tidak ada komentar:


Top