Ratusan Pelajar Madura Bersaing Buat Robot


Sebanyak 180 pelajar dari empat kabupaten di Madura, Jawa Timur, bersaing dalam kontes robot yang digelar oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Pamekasan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (FORKAMP-ITS) Surabaya.

Mereka itu merupakan pelajar dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 81 orang dan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat sebanyak 99 orang.

Menurut ketua panitia pelaksana kontes robot FORKAMP-ITS Tahta Amrillah, Sabtu, ke-180 pelajar tersebut dibagi dalam 60 tim yang masing-masing berjumlah tiga orang.

"Hari para peserta kontes tersebut masih mengikuti pembekalan dari para narasumber, sebelum terjun ke kontes robot yang akan digelar Minggu (25/7) besok," kata Tahta Amrillah menjelaskan.

Jenis robot yang akan dilombakan pada kontes robot berthema "Madura Berkontes, Menuju Pendidikan Berbasis Robotika" ini ialah jenis robot mobil.

"Jenis robot mobil ini merupakan jenis robot yang konstruksi dan ciri khasnya mempunyai aktuator berupa roda untuk menggerakkan keseluruhan badan robot tersebut," katanya.

Pihak panitia, sengaja memilih jenis robot ini dalam kontes robot yang digelar di SMK Negeri 3 Pamekasan tersebut, karena dinilai lebih mudah dan populer. Sebab untuk membuat robot mobil tidak memerlukan kerja fisik yang kuat.

"Kita hanya butuh pengetahuan tentang mikrokontroler dan sensor-sensor eletro," terang Tahta.

Sebenarnya, kata dia, ada beberapa jenis robot yang dikenal di perguruan tinggi. Seperti robot manipulator (robot tangan), robot humanoid (robot yang menyerupai manusia) dan robot berkaki, robot terbang dan robot "under water" (robot dalam air).

"Namun panitia sepakat memilih jenis pertama dengan pertimbangan lebih populer dan lebih mudah. Ini kan masih tingkatan pelajar," katanya.

Mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Fisika ini lebih lanjut menjelaskan, ada dua kriteria penilaian nantinya pada kontes robot pelajar se Madura tersebut. Yakni penilaian dari segi penampilan dan bentuk robot.

"Misalnya kecepatan, kerapian dan desain robot," tuturnya.

Semula panitia hanya menarget peserta kontes robot kali ini hanya 50 tim, namun akhirnya ditambah menjadi 60 tim karena banyak pendaftar.

"Jumlah pendaftar semuanya sebanyak 90 tim, jadi 30 tim terpaksa kami total, soalnya terlalu banyak," katanya.

Ketua FORKAMP-ITS Fairus Iqbal Maulana menyatakan, selain untuk meningkatkan wawasan siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, kontes robot pelajar "Madura Berkontes" itu juga diharapkan bisa meningkatkan kecintaan pelajar dalam berupaya memahami teknologi.

"Hal ini sangat penting mengingat Madura nantinya akan menjadi daerah industri dan masyarakat Madura sendiri dituntut untuk bisa melek teknologi," kata.

Sementara pembekalan untuk para peserta kontes yang akan digelar Minggu (25/7) di SMK Negeri 3 Pamekasan itu disampaikan oleh dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Firman Arifin, MT.

Selain kontes robot, jenis kegiatan rutin tahunan yang digelar FORKAMP-ITS ini juga berupa donor darah dan seminar pendidikan dengan melibatkan sejumlah lembaga dan praktisi pendidikan di kota itu.(...)


Tidak ada komentar:


Top